PayPal

Sign up for PayPal and start accepting credit card payments instantly.

Thursday, April 11, 2013

Infra Red



Spektrum Gelombang Elektromagnet
Gelombang electromagnet merupakan perambatan kekuatan medan listrik dan medan magnet yang berupa gelombang transversal. Kecepatan perambatannya tergantung medium yang dilalui, dengan mengalami :
a.    Pemantulan
b.    Pembiasan (refraksi)
c.    Penyerapan (absorbsi)

Spektrum gelombang electromagnet merupakan urut-urutan panjang gelombang pada gelombang electromagnet dari yang terbesar sampai dengan terkecil:
a.    Gelombang radio : LW, MW, SW, VHF.
b.    Gelombang mikro : UHF
c.    Sinar Infra Merah (infra red)
d.    Sinar yang tapat oleh mata
e.    Sinar ultra ungu (ultra violet)
f.     Sinar X (rontgen)
g.    Sinar gamma

Untuk tujuan diagnostic dan terapi, spektrum sinar yang dipakai meliputi :
a.    Sinar infra merah
b.    Sinar ultra ungu
c.    Sinar X atau rontgen
d.    Sinar gamma

Sinar infra merah merupakan gelombang electromagnet dengan panjang gelombang 7.700 – 4.000.000 Angstrom.
Panjang gelombang yang pendek yaitu 7.700 – 150.000 Angstrom dapat dipakai untuk pengobatan.
Bersifat :
a.    Tidak nampak
b.    Panjang gelombang lebih panjang daripada sinar merah
c.    Tenaga panas besar
d.    Efek kimia rendah
e.    Dapat menembus awan
f.     Dapat mengalami pemantulan
Kegunaan : memotret bumi dari satelit, menentukan struktur molekul, pengobatan, dll.
Sumber : sinar matahari, lampu tertentu.

A.Sinar Infra Merah

1.    Pengertian dan sumber sinar infra merah

      Sinar infra merah bila dilihat dari susunan spektrum sinar (hertzian, inframerah, merah, jingga, kuning, hijau, biru, nila, ungu, ultra ungu/violet pigment, j.cosmic), terletak diantara sinar merah hertzian. Dengan demikian defenisi sinar infra merah adalah pancaran gelombang eletromagnetik dengan panjang gelombang 7.700-4 juta A.

      Sinar infra merah, selain berasal dari matahari, dapat pula diperoleh  secara buatan dari

a.    Bantalan listrik
Bantalan listrik lampu non inminous infra red, lampu pijar akan mengeluakan sinar-sinar infra merah gelombang panjang, pendek dan sinar visible.

b.    Carbon pendek
Carbon pendek akan mengeluarkan sinar infra merah yang disertai sinar  visible dan juga sinar  ultra violet.

2.  Fisika dasar

a.     Klasifikasi sinar infra merah
1.berdasarkan panjang gelombang
a. gelombang panjang (non penetrating)
     panjang gelombang diatas 12.000 A sampai dengan 150.000 Å. Daya penetrasi sinar ini hanya sampai pada lapisan superficial epidermis,yaitu sekitar 0,5mm.

b.  Gelombang pendek (penetrating)
Panjang gelombang antara 7.700-12..000 A.Daya penetrasi lebih dalam dari yang gelombang panjang, yaitu sampai jaringan sub cutan kira-kira dapat mempengaruhi secara langsung terhadap pembuluh darah kapiler,pembuluh limphe, ujung-ujung saraf dan jaringan lain dibawah kulit.

 2)   Berdasarkan tipe
 a) Tipe A : panjang gelombang 780-1500 mm, penetrasi dalam
 b) Tipe B : panjang gelombang 1.500-3.000 mm, penetrasi dangkal
c) Tipe C  : panjang gelombang 3.000-10.000mm, penetrasi dangkal
                                      1 mm = 106 nm
                                      1 Å     = 10-7 mm
                                      1 nm  =  10 Å    
b.  Pancaran sinar

 Pancaran  cahaya
Tabel dibawah ini menunjukkan persentase sinar –sinar yang dipancarkan dari berbagai macam lampu ultra violet, termasuk sinar matahari.

Table 1 : prosentase sinar-sinar yang dipancarkan
No
SUMBER
INFRA MERAH
VISIBLE
ULTRA VIOLET
1
Sinar matahari
20.000-7.700A
80%
7.700-3.900 A 13%
3.900-2.900 A
7%
2
Plain carbon are
20.000-7.700 A
85%
7.700- 3.900 A 10%
3.900-2.900 A
 5%
3
Air-cooled mercury vapour lamp
20.000-7.700 A
52%
9.000-3.900 A 20%
3.900-2.900 A
28%
4
Kromayer lamp
Diabsorbsi air
6.000-3.900 A 40%
3.900-1.849 A
60%


c.  Daya penetrasi sinar
 
d..Hukum-hukum penyinaran

1). Hukum pemantulan
  Suatu sinar yang mengenai permukaan suatu benda ada kemungkinan dipantulkan kembali.pemantulan ini banyak tergantung kepada keadaan permukaan benda yang dikenai sinar tersebut. Makin mengkilap dan halus permukaan suatu benda, makin banyak memantulkan sinar , begitu pula warna yang dikenai semakin putih semakin banyak sinar yang dipantulkan. Fenomena ini perlu diperhatikan terutama dalam membuat lampu-lampu, dimana kita dilengkapi dengan reflector sebagai pemantul sinar, maka sinar yang arahnya menjauhi benda akan terpantul menuju kearea yang disinari, sehingga meningkatkan intensitas sinar.
Hukum pemantulan :

a).Sinar datang = sinar pantul
sudut datang adalah sudut yang dibentuk oleh sinar datang dan garis normal, begitu pula sudut yang dibentuk oleh sinar pantul dan garis   normal. Untuk setiap peristiwa pemantulan , kedua sudut tersebut besarnya sama.
b). Sinar yang datang dari fokus suatu cermin cekung akan dipantulkan sejajar dengan sumbu utama dari cermin cekung tersebut.
c). sinar yang melewati sumbu utama akan dipantulkan kembali lewat sumbu utama pula.
Dengan  mengetahui hukum-hukum pemantulan tersebut, maka dapat dibuat suatu reflektor sedemikian rupa, sehingga sinar-sinar akhirnya akan terpantul sejajar dengan sumbu utama. Bentuk reflektor yang setengah bola , sumber sinar ditempatkan tepat pada titik fokusnya, sedang uang berbentuk parabola sinar tadi perlu dipantulkan dua atau tiga kali sebelum akhirnya keluar dengan sumbu utama.bentuk reflector terakhir ini yang banyak sekali digunakan.
Disamping perlu memperhatikan bentuk reflektor, maka bahan atau cat yang dipakai pada permukaan reflector bagian dalam perlu pula diperhatikan. Bahan pelapis permukaan dalam reflektor ini mempunyai daya pantul yang berlainan.

2).Hukum pembiasan
Jika seberkas medium satu jatuh ke medium lain, maka diantara yang ada dipatahkan atau di biaskan. Derajat pembiasan yang terjadi tergantung dari berat jenis media asal sinar dan berat jenis media dimana sinar tersebut jatuh. Sinar yang jatuh dari media dengan berat jenis rendah (kerapatan renggang), ke media yang mempunyai berat jenis tinggi (kerapatan padat), maka sinar akan dibiaskan mendekati garis normal, begitu pula sebaliknya. Besar kecilnya sudut pembiasan ditentukan oleh indeks bias dari masing-masing medium.

3). Hukum kuadrat terbalik
Hukum ini menyatakan hubungan antara intensitas penyinaran terhadap jarak penyinaran dan waktu penyinaran. Jikalau pada jarak yang berlainan disinarkan sejumlah sinar pada waktu yang sama, jelas bahwa yang mempunyai jarak yang lebih dekat akan lebih besar intensitas penyinarannya dan pengaruh yang terjadi semakin besar. Ini akan sama halnya kalau kita membaca buku dengan mendapatkan sinar cukup akan tampak huruf-hurufnya dengan jelas, tetapi makin kita jauhkan jarak sumber sinar terhadap buku tadi, maka sinar akan  kurang cukup dipantulakan oleh buku tadi,sehingga stimulus kepada retina mata juga berkurang, maka hurufnya tidak akan tampak dengan jelas. Didalam penggunaan klinis, bila dilakukan penyinaran maka hubungan antara factor-faktor jarak dan waktu penyinaran,makin singkat waktu yang diperlukan dan sebaliknya. Untuk ini berlaku hukum kuadrat jarak terbalik yang berbunyi sebagai berikut :” intensitas penyinaran selalu akan berbanding terbalik  dengan jarak baru yang dikehendaki”.


4). Hukum penyerapan / hukum grotthus
Hukum grotthus menyatakan bahwa “supaya terjadi suatu pengaruh atau efek-efek terhadap suatu benda yang kena sinar , maka sinar tadi harus diabsorbsi oleh benda tali.


5). Quantum energi dari planck
Energi cahaya atau energi gelombang elektromagnetik yang dipancarkan atau diserap oleh benda adalah pekat-pekat energi atau kuantum yang besarnya berbanding lurus dengan frekuensinya.

e.       Macam generator Infra Merah dam mekanisme kerja
1)   Generator Infra merah
Generator infra merah pada dasarnya dapat digolongkan menjadi dua golongan, yaitu :
a)    Non luminous
Non Luminous hanya mengandung infra merah saja, sedang luminous generator disamping infra merah juga sinar visible dan ultra violet. Oleh karena itulah maka pengobatan dengan non luminous generator sering disebut dengan “infra red radiaton”

b)   Luminos generator
Pengobatan dengan luminous generator sering disebut dengan “Radiant Heating”. Isitilah tersebut sebetulnya kurang tepat, oleh karena kedua-duanya mengandung prosentase infra merah yang paling banyak bila di banding dengan sinar-sinar yang lainnya.

Mekanisme Kerja Lampu IR
a).Non luminous generator
Struktur lampu
(1) Terdiri dari kawat penghantar yang dililitkan pada bahan isolator, misalnya porselin atau fireclay, seperti halnya struktur yang dipakai pada elektrik radiator.Jika arus listrik dialirkan pada kawat penghantar tersebut sehingga menjadi panas akan memancarkan sinar infra merah. Pada keadaan ini porselin atau fireclay juga ikut panas. Disamping sinar infra merah juga terdapat sinar visible. Jika panasnya sudah mencapai titik optimum, kawat tadi akan tampak berwarna merah (red-hot), sehingga lampu ini sebetulnya tidak murni jenis non-luminousnya.
(2) Tipe kedua dari lampu ini mirip dengan tipe ke satu hanya ditambahkan plate tipis yang terbuat dari bahan fireclay sebagai penutup, sehingga lilitan kawat penghantar tidak tampak dari luar. Plate fireclay di cat hitam, dengan maksud mengurangi pancaran sinar visible.
(3) Type ketiga dari sistem generator ini ialah suatu fireclay yang didalamnya berisi graphited red ( berfungsi sebagai kawat penghantar), yang kemudian dialiri arus listrik. Arus listrik tersebut akan memanasi kawat penghantar, kemudian secara konduksi memanasi firecly, dan akhirnya permukaan firecly akan memancarkan sinar  infra merah.

Ketiga  tipe lampu tersebut dilengkapi dengan reflektor yang berbentuk spherical atau parabola, dimana sumber sinar infra merah tadi ditempatkan pada fokusnya. Reflektor tadi dihubungkan dengan standart lampu dan dilengkapi dengan sekrup-sekrup, sehingga arah reflektor dapat diatur sedemikian rupa, begitu juga tinggi rendahnya lampu dapat diatur. Untuk semua jenis lampu non-luminous diperlukan waktu pemanasan (bagi kawat penghantar dan fireclay), sehingga semua elemen tersebut seluruhnya menjadi panas dan intensitasnya mencapai maksimal. Waktu pemanasan kira-kira 5 menit, atau tergantung dari jenis lampunya.
Non Luminous generator akan memproduksi sinar infra merah dengan panjang gelombang sekitar 7.700-150.000 A atau kurang dari  batas ini, apabila sinar vivible ikut dipancarkan. Pancaran yang maksimum sekitar 40.000 A. Generator yang kecil mempunyai kekuatan 500 watt, sedang yang besar mencapai 750 watt s/d 1.500 watt.
Arus listrik AC masuk ke lilitan lewat penghantar pada bahan isolator ( fireclay, porselin), maka akan terjadi lucutan pada lilitan kawat akan menimbulkan panas, dan panas akan membuat firecly menjadi panas, karena firecly mampu menyimpan panas yang tinggu, panas akan menimbulkan gelombang elektromegnetik, yang mempunyai panjang gelombang sekitar 7.700-150.000 A. Pancaran yang menuju ke samping di tangkap oleh reflector di arahkan sejajar (ingat hukum pemantulan).
b)   Luminous generator
Sinar yang dihasilkan dari luminous generator dihasilkan oleh satu atau lebih incandescent lamp ( lampu pijar). Struktur lampu pijar terdiri dari filament yang terbuat dari bahan kawat tungsten atau carbon yang dibungkus dalam gelas lampu, dimana didalamnya dibuat hampa udara, atau diisi dengan gas tertentu dengan tekanan rendah. Dipilih bahan  tungsten atau carbon sebab sangat tahan terhadap pemanasan dan pendinginan yang berulang-ulang. Pengeluaran udara dalam bolam dimaksudkan untuk menghindari oksidasi dari filament tersebut. Jika oksidasi terjadi maka produk oksidasi akan menempel pada permukaan dalam diri bolam sehingga akan menghalangi pancaran sinarnya.
Lampu ini mempuyai kekuatan yang bermacam-macam mulai dari 60 watt sampai 1.000 watt. Penggunaan lampu dengan watt yang besar untuk tujuan pengobatan sebenarnya banyak mengandung bahaya, yaitu apabila terjadi kecelakaan dimana gelas bolam pecah, maka hal ini dapat menimbulkan kerusakan kulit yang hebat karena panas. Untuk mencegah bahaya tersebut, maka diperlukan anyaman kawat yang diletakkan di depan lampu tersebut. Generator ini mengeluarkan sinar infra merah, sinar visible dan sebagian kecil ultra violet. Panjang gelombang yang dihasilkan berkisar antara 3.500 – 40.000 A. Diantara panjang gelombang ini yang paling padat terdapat pada sekitar 10.000 A.
Lampu pijar ini dilengkapi dengan reflektor yang bermacam-macam diantaranya adalah yang berbentuk sebagai “Tunnel” (terowongan). Di dalam tunnel ini dibagian atasnya dipasang sejumlah lampu-lampu dalam bentuk semisirculair dengan kekuatan 60 watt. Seluruh lampu dihubungkan dalam satu sirkuit sehingga sekali di on kan seluruhnya dapat menyala. Bentuk reflector demikian biasanya digunakan untuk pengobatan secara general misalnya pengobatan seluruh punggung atau perut dan kaki. Reflektor bantuk lain yaitu berbentuk parabola dengan satu bolam didalamnya dengan kekuatan yang bermacam-macam pula yaitu : 60 watt, 150 watt, 300 watt atau lebih.
Lampau-lampu bentuk terakhir ini biasanya digunakan untuk pengobatan daerah siku, angkle atau tangan. Pemanasan seluruh  tubuh dibuat reflektor bentuk kabinet, sehingga sekaligus seluruh tubuh dapat dipanaskan. Lampu-lampu tersebut sebagian dilengkapi pula dengan filter atau kaca panyaring misalnya kaca merah, hal ini dimaksudkan untuk mengabsorbsi sinar visible dan sinar ultra violet.
Sumber IR dan incadendencent lamp ( lampu pijar) adalah adanya lucutan pendek pada kawat tungsten dalam ruangan hampa udara, sehingga tidak terjadi oksidasi. Lucutan pendek menimbulkan panas dan cahaya panas akan menimbulkan gelombang elektromagnetik yang mempunyai panjang gelombang antara 3.500 – 40.000 A atau sinar infra merah.

3. Efek Fisiologis dan Terapeutik sinar infra merah
a.    Efek Fisiologis
Pengaruh fisiologis sinar infra merah, jika sinar infra merah diabsorbsi oleh kulit, maka panas akan timbul pada tempat dimana sinar tadi diabsorbsi. Infra merah yang bergelombang pendek (7.700 A -  12.000 A) penetrasinya sampai pada Lapisan dermis atau sampai ke lapisan di bawah kulit, sedang yang bergelombang panjang (diatas 12.000 A) penetrasinya hanya sampai pada superficial epidermis.

Dengan adanya panas ini temperature naik dan pengaruh-pengaruh lain akan terjadi. Pengaruh tersebut antara lain :

1.    Meningkatkan proses metabolisme
Seperti telah dikemukakan oleh hokum Vant Hoff bahwa suatu reaksi kimia akan dapat dipercepat dengan adanya panas atau kenaikan temperatur akibat pemanasan. Proses metabolisme terjadi pada lapisan amperficial kulit akan meningkat sehingga pemberian oksigen dan nutrisi kepada  jaringan lebih diperbaiki bagitu juga pengeluaran sampah-sampah pembakaran.

2.    Vasodilatasi pembuluh darah
Dilatasi pembuluh darah kapiler dan arteriolase akan terjadi segera setelah penyinaran, sehingga kulit akan segera tampak kemerah-merahan tetapi tidak merata, berkelompok-kelompok atau seperti bergaris-garis. Keadaan ini sebenarnya merupakan reaksi tubuh terhadap  adanya sinar panas tadi dan dengan reaksi peradangan. Kulit yang mengadakan reaksi dan berwarna kemerah-merahan ini disebut erythema. Erythema ini disebabkan oleh adanya energi panas yang diterima ujung-ujung syaraf sensoris yang kemudian mempengaruhi mekanisme pangatur panas (heat regulating mechanism). Untuk ini mekanisme vasomotor mengadakan reaksi dengan jalan pelebaran pembuluh darah sehingga sejumlah panas dapat diratakan keseluruh jaringan lewat sirkulasi darah. Dengan sirkulasi darah yang meningkat ini, maka pemberian nutrisi dan oksigen kepada jaringan akan ditingkatkan, dengan demikian kadar sel darah putih dan anti body di dalam jaringan tersebut akan meningkat. Dengan demikian pemeliharaan jaringan menjadi lebih baik dan perlawanan terhadap agen penyebab proses radang juga semakin baik.

3.    Pigmentasi
Penyinaran yang berulang-ulang dengan sinar infra merah akan dapat menimbulkan pigmentasi pada tempat yang disinari. Hal ini dapat dilihat misalnya pada kulit kaki yang sering mendekat pada api pada musim dingin. Pigmentasi yang terjadi oleh karena sinar infra merah bentuknya berkelompok dan tidak merata.. Hal tersebut disebabkan oleh karena adanya perusakan pada sebagian sel-sel darah merah ditempat tersebut.

4.    Pengaruh terhadap urat syaraf sensoris.
Mild heating (pemanasan yang ringan) mempunyai pengaruh sedatif terhadap ujung-ujung urat syaraf sensoris, sedang pemanasan yang keras justru dapat menimbulkan iritasi. Iritasi ini lebih jelas bila digunakan generator luminous dibandingkan dengan generator non luminous.
Hal ini disebabkan oleh pengaruh sinar ultra violet yang terkandung didalamnya.

5.    Pengaruh terhadap jaringan otot
Kenaikan temperature disamping membantu terjadinya relaksai juga akan meningkatkan kemampuan otot untuk berkontraksi (ingat fisiologi otot). Spasme yang terjadi akibat penumpukan asam susu (asam laktat) dan sisa-sisa pembakaran lainnya dapat dihilangkan dengan pemberian pemanasan. Hal ini dapat terjadi, mungkin oleh karena pemanasan akan mengaktifkan terjadinya pembuangan sisa-sisa hasil metabolisme. Sedangkan keadaan spastis (akibat kerusakan upper motor neuron) apabila diberikan penyinaran hanya akan diperoleh relaksasi yang bersifat temporer (sementara)

6.    Destruksi jaringan
Penyinaran bisa terjadi apabila penyinaran yang diberikan menimbulkan kenaikan temperature jaringan yang cukup tinggi dan berlangsung dalam waktu yang lama sehingga diluar toleransi jaringan penderita.

7.    Menaikkan temperatur tubuh
Penyinaran yang luas yang berlangsug dalam waktu yang relative cukup lama dapat mengakibatkan kenaikan temperature tubuh. Hal ini dapat terjadi oleh karena penyinaran akan memanasi darah dan jaringan yang berada di daerah superficial kulit, panas ini kemudian akan diteruskan ke seluruh tubuh ( kebagian-bagian yang lain) dengan cara konduksi dan konveksi. Sebagai kelanjutan dari proses ini,maka disamping terjadi pemerataan panas, juga akan terjadi penurunan tekanan darah sistemik dapat terjadi penurunan tekanan darah sistemik oleh karena adanya panas akan merangsang Pusat Pengatur Panas Tubuh untuk meratakan panas yang terjadi dengan jalan timbul dilatasi yang bersifat general, vasodilatasi ini akan mengakibatkan tahanan perifer menurun. Penurunan tahanan perifer akan diikuti dengan penurunan tekanan darah sistemik.

8.    Mengaktifkan kerja kelenjar keringat
Pengaruh rangsangan panas yang dibawa ujung-ujung syaraf sensoris dapat mengaktifkan kerja kelenjar keringat, di daerah jaringan yang diberikan penyinaran/pemanasan. Jika pemanasan diberikan di daerah yang luas (secara general) maka keluarnya keringat akan merata di seluruh tubuh. Pengeluaran keringat ini kalau  berlebihan (hiperproduksi) bisa menimbulkan dehidrasi dan gangguan keseimbangan elektrolit tubuh. Untuk mencegah agar hal ini tidak terjadi, maka sebaiknya bagi penderita yang mendapatkan penyinaran general diberi minum yang cukup yang mengandung garam dapur.

b.    Efek Terapeutik

Pengaruh terapeutik dari sinar infra merah, secara garis besar dapat disebutkan sebagai berikut :

1)   Relief of pain ( mengurangi / menghilangkan rasa sakit)
Penyinaran sinar infra merah merupakan salah satu cara yang efektif untuk mengurangi atau menghilangkan rasa nyeri. Ada beberapa pendapat mengenai mekanisme pengurangan rasa nyeri ini, yaitu :
a)      Apabila diberikan mild heating, maka pengurangan rasa nyeri disebabkan oleh adanya efek sedative pada superficial nerve ending (ujung-ujung syaraf sensoris superfisial)
b)     Apabila diberikan stronger heating, maka akan terjadi counter irritation yang akan menimbulkan pengurangan rasa nyeri.
c)    Rasa nyeri ditimbulkan oleh karena adanya akumulasi sisa-sisa hasil metabolisme yang disebut zat “P” yang menumpuk di jaringan. Dengan adanya sinar infra merah yang  memperlancar sirkulasi darah, maka zat “P” juga akan ikut terbuang, sehingga rasa nyeri berkurang / menghilang.
d)   Rasa nyeri bisa juga ditimbulkan oleh karena adanya rasa pembengkakan, sehingga pemberian sinar infar merah yang dapat mengurangi pembengkakan, juga akan mengurangi rasa nyeri yang ada.

2)   Muscle relaxation (relaksasi otot)
Seperti diketahui bahwa relaksasi akan mudah dicapai bila jaringan otot tersebut dalam keadaan hangat dan rasa nyeri, dapat juga menaikkan suhu / temperature jaringan, sehingga dengan demikian bisa menghilangkan spasme otot dan membuat relaksasi.

3)   Increased blood supply (meningkatkan suplai darah)
Adanya kenaikan temperature akan menimbulkan vasodilatasi, yang akan menyebabkan terjadinya peningkatan darah ke jaringan setempat, hal ini terutama terjadi pada jaringan superficial dan efek ini sangat bermanfaat untuk menyembuhkan luka dan mengatasi infeksi dijaringan superficial. Dengan demikian maka sinar infra merah ini sangat membantu meningkatkan suplai darah ke jaringan-jaringan yang diobati.

4)   Menghilangkan sisa-sisa hasil metabolisme ( Elimination of Waste Products)
Penyinaran di daerah yang luas akan mengaktifkan glandula gudoifera (kelenjar keringat) di seluruh badan, sehingga dengan demikian akan meningkatkan pembuangan sisa-sisa hasil metabolisme melalui keringat. Pengaruh ini sangat bermanfaat untk kondisi-kondisi arthritis, terutama yang mengenai banyak sendi.
4.       Aplikasi
a.    Metode Aplikasi
Pada dasarnya metode pemasanan lampu diatur sedemikian rupa sehingga sinar yang berasal dari lampu jatuh tegak lurus terhadap jaringan yang diobati, baik itu untuk lampu luminous maupun non luminous. Jarak penyinaran untuk lampu non luminous antara 450 cm, sedangkan untuk lampu luminous antara 35-45 cm. Jarak ini bukanlah merupakan jarak yang mutlak, karena masih dipengaruhi oleh toleransi penderita atau besarnya watt lampu.
b.    Prosedure Aplikasi
1)   Persiapan Alat
Perlu dipersiapkan alat serta pemeriksaan alat antara lain meliputi kebelnya, jenis lampu, besarnya watt. Pada umumnya generator non luminous diperlukan waktu pemanasan sekitar 5 menit.
Untuk pengobatan lokal biasanya menggunakan reflector berbentuk parabola yang di dalamnya hanya ada 1 bolam.Sedangkan untuk general (misalnya punggung) dengan menggunakan beberapa lampu yang di pasang pada reflector semi sekuler.
2)   Persiapan penderita
Posisi penderita diatur seenak (confortable) mungkin disesuaikan dengan daerah yang diobati. Posisinya bisa duduk, terlentang, atau tengkurap. Daerah yang diobati bebas dari pakaian serta perlu dilakukan test sensibilitas terhadap panas dan dingin. Test ini bisa dilakukan dengan menggunakan tabung berisi air hangat dan dingin. Bila terjadi gangguan sensibili panas dan dingin pada daerah tersebut, maka pengobatan dengan infra merah
3)   Pengaturan dosis ( pelaksanaan)
Pada penggunaan lampu luminous jarak antara 45-60 cm, Sinar diusahakan tegak lurus dengan daerah yang diobati serta waktu antara 10-30 menit. Pada penggunaan lampu luminous jarak lampu 35-45 cm. Sinar diusahakan tegak lurus, waktu antara 10-30 menit disesuaikan dengan kondisi penyakitnya.
4)   Evaluasi
Hal ini bisa dilakukan penyinaran dengan sinar infra merah dan juga saat penyinaran, apakah ada rasa panas terlalu tinggi atau, terlalu banyak keringat keluar, hal ini harus dihindarkan.
Apabila waktu pengobatan selesai perlu dievaluasi lagi dan dibandingkan dengan keadaan sebelumnya.

c.    Pemeliharaan lampu
1)   Kontrol kabel bila ada yang lecer / terbuka
2)   Bila membersihkan alat dari debu jangan sampai menimbulkan getaran pada ferecly, lampu pijar, karena dapat menimbulkan kerusakan.
3)   Setelah  tidak dipakai lagi tempatkan pada tempat yang aman, jangan sampai mengganggu dalam memberikan layanan fisioterapi

5. Indikasi, Kontra Indikasi dan Bahaya-bahaya Yang Harus Diperhatikan
a.    Indikasi dari Sinar Infra Merah
1)   Kondisi peradangan setelah sub-acute : kontusio, mucle strain, mascle sprain, trauma sinovitis.
2)   Arthritis : Rheumatoid Arthritis, osteoarthritis, myalgia, lumbago, neuralgia, neuritis.
3)   Gangguan Sirculasi Darah : Thrombo-angitis obliterans, tromboplebitis, Reynold,s disease.
4)   Penyakit kulit : Folliculitis, furuncolosi, wound.
5)   Persiapan exercise dan  massage.

b.    Kontra Indikasi
1)   Daerah dengan insufisiensi pada darah
2)   Gangguan sensibilitas kulit
3)   Adanya kecendrungan terjadinya perdarahan
4)   Gangguan komunikasi karena tidak bisa mengantarkan dingin dan panas
5)   Demam
6)   Penyinaran pada mata secara langsung tidak boleh diberikan dapat menimbulkan katarak / konjugatif
7)   Infeksi akut ( TBC, Kanker / Tumor)
8)   Jaringan yang masih baru ( luka bakar)

c.    Bahaya-bahaya
1)   Luka bakar (burn)
Infra merah dapat menimbulkan superficial heat burn yaitu kebakaran karena panas yang terjadi pada daerah superficial epidermis. Warna merah yang nyata dan bergaris-garis, kadang-kadang disertai adanya blister sewaktu atau sesudah pengobatan.
2)   Electric shock
Ini hanya bisa terjadi apabila terdapat kabel penghantar yang terbuka dan tersentuh oleh penderita.
3)   Meningkatkan keadaan gangren
Pada keadaan defective arterial blood supply, dengan pemberian penyinaran infra merah justru akan membahayakan yang bersangkutan.
4)   Headache
Yaitu suatu perasaan pusing setelah penyinaran infra merah
5)   Faintness
Disini  penderita menjadi pingsan atau tidak sadar secara tiba-tiba
6)   Chill atau menggigil
Keadaan ini jarang dijumpai di daerah tropis.
7)   Kerusakan pada mata
Sinar infra merah akan merupakan predisposing terjadinya cataract pada mata.

2 comments:

Unknown said...

Bang Iwan,


Mohon infonya . . . :

Alat untuk mengukur intensitas cahaya lampu = luxmeter
Alat untuk mengukur intensitas cahaya matahari = solarmeter
Kalau . . .
Alat untuk mengukur intensitas cahaya infrared = apa yaa . . . ?


syukran,
bahtiar@gmail.com,Phone/SMS/WA : 081328484289

S.K.Kurniawan Siregar said...

maaf ,,baru sy lihat pesan anda,,
materi yang sy tuliskan merupakan alat yang sdh memiliki daya tertentu unt menghasilkan cahaya infra merah, sy blm membaca pasti alat portabel unt mengukur intensitas cahaya infra merah,namum beberapa tulisan menyebutkan spektrofotometer dapat mengukur jumlah cahaya pada panjang gelombang tertentu yang melewati sebuah materi. Pengukuran jumlah cahaya didasarkan atas interaksi antara materi dengan cahaya yang ditempatkan. Dalam spektrofotometer cahaya bisa berupa inframerah, ultra violet, dan cahaya tampak, sedangkan materinya berupa atom dan molekul (biasanya dari bahan kaca atau kuarsa). kuarsa (quartz) adalah mineral yang terdiri dari SiO2 dan bening seperti kaca
semoga bermanfaat.